- Bulan merindukan pungguk
Bulan merindukan pungguk
Sebab tak lagi pungguk memuja keindahannya
Mars terlihat lebih indah
Lalu kenapa harus menanti bulan?
Malam hanyalah matahari yang berputar
- ASTALAVISTA
Aku bicara padamu lewat satu juta huruf yang terangkai menjadi cinta dalam bentuk kata. Telah kukirimkan semua lewat malam. Biar terbisik dalam mimpi indahmu.
Besok aku memulai hari dengan berlari ke pucak gunung untuk mengucapkan selamat tinggal. Aku pasti terengah. Lalu sirna bersama kegalauan tak bertepi.
Selembar permintaan terakhir kutulis kepada dewi di ketinggian Athena. Semoga engkau menjadi salah satu orang paling bahagia malam ini.
<-><-><->A T H E N A <-><-><->
Alone in Frozen
Dingin kemarin
Beku pagi ini
Kapankah berakhir
- KaBuKi
Hidup seperti panggung
Suatu ketika dapat peran raja
Sementara untuk pertunjukkan lain kita harus melepas topeng itu dan menjadi pengemis.
Hari ini kita dilukis putih
Besok terlukis hitam
- I love you
I love you in the night
I Love you in the morning
My hearts is always soaring
When you are in my sight
(shakespeare-Romeo & Juliet)
- Sore di Jogjakarta
Cuaca cerah sore ini. Aku keluar dari kamar yang panas. Berjalan menelusuri jalan yang sudah kuhapal benar. Melewati pohon Cerry yang sedang berbuah, deretan warung BurJo dan jembatan kecil di ujung jalan.
Aku berbelok ke kiri. Gedung pasca sarjana berdiri dengan angkuh. Katanya di sana tempat kuliah orang berdasi. Orang-orang yang membentengi diri mereka menjadi sebuah sistem steril adiabatis sehingga tak mungkin bersentuhan dengan dunia real.
Anak-anak kecil kumel yang terpaksa tidur di stasiun Tugu atau Lempuyangan lalu kehilangan masa kecil, diasumsikan sebagai kegagalan pelaksanaan suatu sistem ekonomi. Jumlah gelandangan di Malioboro atau PSK di Pasar Kembang mungkin tidak lebih dari sekedar data bagi mereka.
***
Huh, sampai juga aku di gedung pusat UGM, gedung yang katanya dulu pernah jadi pusatnya Sekolah Tinggi teknologi Bandung (ITB) di Yogyakarta. Aku masuk di bawah keangkuhannya. Di lantai atas ada pusat penelitian budaya Korea. Mengingatkanku pada sayembara menulis essay Korea, yang belum pernah kumenangkan sekalipun.
***
Kini aku sampai di Gedung graha Sabha Pramana. Langsung menuju lapangan. Ada banyak anak main bola di sini. Berbeda sekali dengan lapangan Aula ITB, yang sekarang sudah tidak lagi bisa dijadikan tempat main bola. Di ujung sana seorang pedagang es sedang marah-marah karena sebuah bola menghantam gerobaknya.
Aku tersenyum. Bukan karena kejadian itu. Tetapi sekuntum senyum datang memenuhi janji.
"Selamat sore, Cinta ..."
>>>> Sore di Jogjakarta, April 2001 <<<<<
- M SYNDROM
Tak pernah aku selelah malam ini.
terperosok ke lobang hitam yang menyerap semua energi sehingga dalam ruang di kepalaku, wajahmu tak tertata rapi.
Bahkan tak mampu lagi kuingingat apakah kita pernah punya cinta.
Semesta telah kehilangan bentuk.
Gunung dan laut menjadi datar pada
bumi dan langit yang mengkerut.
Datar menjadi hilang. Hilang menjadi usang.
Mengguratkan keterasingan.
Aku berjanji padamu pada sisa energi yang kupunya. Engakaulah kata pertama terucap bila kesadaran kembali dilahirkan.
Bandung, Mei 2004, 21.32 WIB
- JENDELA
Jendela sore menakdirkan wajahmu di mata yang lelah
Kebahagiaan adalah perjumpaan dengan dirimu
kemuraman ketika berpisah dengan keindahanmu
kemutlakan bukan untuk memilikimu
kemutlakan adalah kenyataan dirimu bukan milikku
Bandung, Friday, April 11, 2003
- KOTBAH
Ada setan berkotbah tentang tuhan
Karena nabi tak lagi bicara tuhan
Tuhan seharga hayalan
Bualan pedagang obat pinggir jalan
Tuhan ...
Jika tak habis dibuang ke dalam limbah
Karena nabi tak lagi melarik berkah
Apakah tuhan salah memberi titah ?
- OBITUARY SANG DIKTATOR

Sang diktator mati siang tadi
Setetes darah tak menetes
Lubang bundar tak tercipta di dadanya
Nyawanya teregang di tilam yang pasti tak pernah ada di kamar rakyat jelata
Pada tumpukan kesenangan yang tak lagi berada di depan rumah-rumah
Sang diktator meninggalkan anak negeri tanpa harapan
mewariskan piring kosong dan rombeng
dan membiarkan air mata menggantung di pipi para janda
- Titik-titik
Bandung 00.10 wib. Dingin menuntun perut lapar ke Gelap Nyawang. Nasi telur+kornet menjadi solusi.
Jakarta 00.01 wib masih macet. Tidak tahu kapan berakhir sebab hujan tetap dicurahkan dari langit.
Pada dimensi lain, setan berbentuk titik sedang bernyanyi, tidak tahu lagu apa. Mungkinkah ia menyenandungkan kebenaran tuhan ? Lalu kemana orang suci?
Apakah mereka terlarut menjadi keserakahan, kemunafikan, ketololan, egosentris, dan kebejatan.
Jangan-jangan keserakahan, kemunafikan, ketololan, egosentris picisan, dan kebejatan telah dicetak dalam lembaran ekslusif dan dijual di toko buku.
Lalu seorang ibu membelinya dan tidak sengaja dibaca Y, anaknya. Keesokan hari, Y mempertanyakannya kepada guru Z (bukan nama sebenarnya). Guru Z menginterpretasikan bualan itu sebagai aksioma dan dijadikan bahan riset unggulan.
Beberapa bulan kemudian riset itu dinyatakan berhasil. Kemudian pada rapat paripurna, riset pak guru Z diadopsi oleh pemerintah pusat atas persetujuan parlemen untuk dijadikan bahan seminar, diskusi panel, bahkan dimasukkan dalam kurikulum nasional.
Kebodohan, keserakahan, kemunafikan,menjadi isu sentral dan dipublikasikan di televisi, radio, koran, majalah, dan leaflet.
http://kebodohan.org, http://ketololon.com, menjadi situs paling banyak dikunjungi. Berjuta-juta netter berkunjung setiap hari, meningkatkan traffic internet. Penjualan software pembodohan melampaui penjualan produk-produk apapun. koleksi kebodohan paling mahal kemarin sore terjual di pusat lelang London dan New York.
Harga kebodohan, ketololan, kemunafikan dan egosentris di bursa saham NewYork, Tokyo, Singapura melonjak drastis dan menjadi salah satu Blue Chips.
Dan hari ini, kebodohan dianggap kecerdasan. Keserakahan dianggap kebaikan. Sebuah Breaking News menyiarkan pentasbihan setan menjadi tuhan. Horeeeeeeeeeeeeeeeeee..setan jadi tuhan
- RePliKa SeBuAh EnTiTaS yAnG tErKoYaK
.......... seperti Belanda itulah Jakarta
Kami tidak benar-benar membenci republik ini.Yang kami laknat hanyalah mereka: pengoyak indahnya kedamaian.
Datang ke negeri ini hanya untuk mengotori keperawanan sungai jernih terpelihara. Menjadikannya hitam pekat dan berbau menyengat. Diuapkan udara panas menjadi kebencian semerbak yang memenuhi penjuru gampong.
Sudah kami relakan mereka ambil Seulawah.Telah kami ikhlaskan mereka rebahkan pohon, serta mengambil akar dan rotan. Yang kami harapkan ketika itu hanyalah berkah pemilik manusia, juga api persaudaraan.
Tapi mengapa mereka justru memberikan imbalan itu kepada kami. Menghibahkan keresahan. Mereka jual kerelaan kami, dan menukarnya dengan bubuk mesiu.
di balik deru debu tubuh kaku membisu
terusir nyawa dari tanahnya sendiri
membalut perut ibu dengan pilu
Kini ibunda hanya bisa bersimpuh. Merajut kepedihan hampir sempurna di bawah redup bulan sebab cahayanya sudah pula dibawa serta ke tanah seberang.
Nestapa adalah dinding rumah kami sekarang. Rapuh oleh anak durhaka yang marah karena kudapan di atas pinggan tak cukup lagi mengganjal perut.
Atau juga karena tanah warisan yang direlakan ibunda untuk mereka telah dibangun benteng angkuh tak bercelah.
Kami tak lagi tahu dimana pintu-jendela buat kami menghidangkan keramahtamahan. Tak pula lagi mereka mau menyapa. Bahkan merpati lepas di depan balai telah pula ditembak mati. Arang habis besi binasa. Tiada gunanya kami berbagi kebaikan dengan mereka, kecuali kesia-siaan.
Sebagian kami di sini sekarang hanya hidup dari kemarahan yang terlalu matang dari sejumput kesabaran tersisa. Bahkan kelahiran dari tiap rahim membawa dendam tak sudah.
Akankah kusalahkan ibu yang menyambut mereka dengan tarian persembahan, melati, dan setangkup tangan di atas kepala, supaya mereka mau menyapa kami sebagai sudara.
Ataukah harus kuhujat diriku yang tak berani memberitahu ibu kalau di balik baju putih tatkala mereka datang terselip bilah menyala-nyala.
Berdosakah pula bila kami jual merpati tersisa untuk mengasah rencong agar suluh di depan rumah bersinar kembali.
Biar anak-anak bisa lagi memakmurkan Meunasah di ujung jalan, dan menyenandungkan pesan ilahi lewat Jibril pada anbiya.
Bijakkah bila kami bangkitkan hikayat perang sabil demi merebut cahaya bulan yang seharusnya di atas gampong.
- MERAH KELABU
Merah, kemarin itu ...
Sekarang kelabu bagiku ...
Kelabu, kemarin itu ...
Sekarang merah bagiku ...
Cintamu, kemarin itu ...
Sekarang benci buatku ...
Bencimu, kemarin itu
Cintamu, sekarang merayu
- If tommorow never comes
Jika pagi tak lagi datang
Ketika senyum dan tangis menjadi usang
Aku ingin berdiri di sini menemuimu
Mengucapkan sekali lagi kata rindu
Hanya buat kamu ....
- In the morning in May
Selamat jalan kakek ...
Hidup memang kadang terasa hanya berjalan dari pintu sampai pagar. Siang berlembar-lembar berlalu begitu saja.Terhembus angin yang datang dari barat atau dari timur. Tercuci hujan yang tiba-tiba datang. Atau lekang karena berjemur matahari angkuh di atas sana
Baru kemarin pohon di depan rumah kita tanam. Tapi sekarang pohon itu harus menggugurkan kemudaannya untuk kemudian rebah dan mati.
Suara anak burung yang bersarang di sana pun masih lekat di telinga.
Kemarin masih kulihat kakek duduk di sana, di kursi malas. Ditemani ikan di akuarium yang tak pernah bisa kemana-mana lagi. Menyesali dirinya yang menjadi ikan. Matanya tak pernah tertutup karena bersiap menghindari kucing gendut yang sebenarnya tak bisa meraihnya.
Bahkan dongeng tentang tuhan masih belum juga selesai engkau ceritakan. Sebab tangan-Nya tahu kapan engkau harus menutup buku.
Tuhan tahu kapan dia harus bercerita.
REST IN PEACE,
My Grandfather, at 11 Mei 2004
- First Step to be a Winner
Selamat pagi cinta,
Akhirnya aku kembali duduk dan menulis. Mentransformasikan lembaran-lembaran kehidupan yang membanjiri
kepala. Menata kembali rekaman pendek kejadian beberapa hari ini.
Tim Uber Indonesia kalah dari Cina dan Belanda. Bayern Munich akhirnya merelakan Werder Bremen menjadi juara liga jerman, setelah Oliver Kahn tidak bisa lagi menjaga gawangnya. Di Spanyol, Real Madrid juga harus mengubur impian mereka untuk menjadi juara La Liga. Real Mallorca ternyata lebih unggul dari mereka. Ronaldo harus bersiap-siap menerima cemooh dari fansnya sendiri. Michael Schumacher meraih gelar juara kelima musim ini setelah memenangi GP Spanyol di sirkuit Catalunya, Minggu (9/5/2004).
Di sudut lain, anak mantan diktator Panama menang dalam pemilihan presiden. Sementara itu Presiden Chechnya, Akhmad Kadyrov serta komandan Rusia di Chechnya, Valery Baranov tewas dalam sebuah ledakan yang terjadi stadion Grozny saat peringatan hari kemerdekaan tentara Rusia atas pendudukan Nazi Jerman.
Di Indonesia, sedang ada acara "kawin massal" capres-cawapres. Amien Rais dan Siswono Yudhohusodo. KH Hasyim Muzadi dan Megawati. Wiranto dan SBY tidak tahu dengan siapa.
Yang jauh dari politik, Septinus George Saa dari Buper, Irian Barat memperoleh medali emas di "First Step to Nobel Prize in Physics".