- Tak ada cinta di sini
Sunyi dan sepi adalah mentari yang selalu terbit di pagi hari
| Ganesha, Friday, April 23, 2004|
- Selamat datang hujan kepagian. Basahi bumi tak lagi bijak. Menenggelamkan jiwa dalam kebisuan
Dua bola di depan jendela itu adalah mataku
Menanti keindahan serupa dewi
Datang mengusik tatkala angin menghembuskan cerita
Membujuk rasa ke tengah kota
Ada cupid bercengkerama membagi cinta
Menyatukan berpasang-pasang jiwa dalam cinta
Aku di sana menanti wajahnya di dinding kota
Namun keindahannya fatamorgana
Dilarutkan hujan kepagian
Tak bisa dibawa ke dalam cinta
Burung merpati terbang rendah menemani diri menghirup penantian
Sementara dingin telah sampai di pinggir
Cupid menyisir sayapnya bersiap hendak pulang
Wajah lelahnya menyoratkan belasungkawa
- Malam adalah keremangan berdiri di jalan
Menghamparkan berupa-rupa kejadian
Sayup terbayang kembali dirimu
wajah yang kusimpan rapat dalam kelambu
Karena aku tak mau kehilangan ...
Ada berpuluh wangi tubuh dan suaramu
Semuanya hanya bisa kueja
Akankah kumiliki semuanya itu ?
Haruskah kupatahkan batas
Kemudian kususun lagi menjadi ruang baru
Tentu tidak serupa dengan kemarin
Mungkin harus ada akhir dari persahabatan ini
Kuingin jadi kekasihmu ...
| Ganesha, Wednesday, September 03, 2003|
- AsUmSi DaLaM fOrMuLaSi
Mentari pulang membawa arti
Malam pun datang membawa arti
Karena keindahan adalah formulasi insan yang punya hati
Fajar lahir mempesona
Menyisakan asumsi belum purna
Menebar kata membalut tanya
Apakah diriku ada dalam asumsinya ?
- STOLEN FACES
Aku mencuri indah wajahmu kusimpan dalam hatiku
Aku curi senyummu untuk jiwaku
Aku curi jiwa mu untuk cintaku
(Ganesha Monday, July 21, 2003)
(Aku yang mencintainya- tanpa propaganda)
- FrOzEn
Dingin kemarin
Beku pagi ini
Kapankah berakhir ?
- CeRiTeRa KaLi MaTi
Wanita berkerudung dan berpayung biru itu tinggal di sisi sungai mati
Tempat kebebasan para gerwani ditelanjangi dan dirudapaksa
Menggembirakan setan tua bertanduk dua di atas tubuh telanjang perawan
Oleh mereka yang menjadikan air mata sebagai persembahan
Kabarnya seorang pemuda akan mengawaninya hari ini
Seperti janji merayu ketika dirinya direbahkan dalam birahi
Ketika gamelan sudah ditabuh
Tatkala pelepas dahaga sudah diseduh
Kepastian masih juga rapuh
(*.dari hati nurani : bukan gerwani bukan pula P K I )
Aku hanya bisa merindu
Memandangmu dari balik keterbatasanku
Keindahannmu hanya bisa kucumbu
Dalam ilusi yang sudah pasti semu
Cintamu mungkin hanya dirimu dan Aphrodite
Tak juga dihembuskan oleh angin lalu
(Ganesha - Monday, July 14, 2003)